Rabu, 28 Februari 2018
Selasa, 27 Februari 2018
Apakah sombong dan percaya diri berbeda?
Senin, 26 Februari 2018
Pengalaman ikut lomba
Pengalaman mengantar anak ikut lomba selama seminggu adalah sesuatu ya. Lomba dimulai dari tanggal 19 sampai dengan tanggal 26 januari. Mulai hari senin senin sampai ke senin berikutnya lagi.
Minggu, 25 Februari 2018
Testimoni
Pengalamanku saat tulisanku dibedah seperti nano-nano. Manis, asem, dan asin. Sebelum kepembedahan tulisan.
Sebenarnya, Mengapa aku memilih tulisan "hujan galau" dalam sesi itu?Jawabannya karena Cerpen hujan galau mempunyai cerita yang mendalam bagiku.
Oleh karena itu, mungkin banyak yang mengkritik masalah point of view yang meloncat-loncat. ^_^
Teknik showing yang belum aku belajar betul. Mungkin karena kurang latihan yang banyak untuk melatih show show nya.
Dan meskipun aku berusaha membuat jadi lucu, tetapi masih kurang lucu ^_^ karena masih ada yang belum merasakan feel lucunya.
Tulisanku dibedah oleh dokter cinta. Kalau aku pribadi semakin di bedah makin asyik. Meskipun, sepertinya kebanyakan ^_^.
Ditulisan sebelumnya mengapa tulisan itu mempunyai kesan yang mendalam. Karena saat menulis itu aku teringat almarhum bapak kos ku. Bapak Dede (semoga amal ibadahnya diterima disisiNya)
Secara keseluruhan sebenarnya itu 70% kisah nyata dan 30 %nya rekayasa penulis. Jadi, terjawab sudah mengapa point of viewnya. Kadang jadi ke satu dan ke tiga.
Karena aku menulisnya kurang hati-hati tidak membedakan tokoh aku dan luna di tulisan tersebut.
Di sana juga ada tokoh yang jadi suamiku sekarang. Si mas teguh (samaran) si ice cream coklat, Pangeranku sekarang.
Untuk latar tempatnya itu sebenarnya beneran seperti itu posisinya. Depannya pagar besi dan lantainya keramik putih. Jemurannya juga di samping pagar.
Dan kejadian lucunya itu beneran rekayasa sampai berdarah seperti "suster ngesot" kalau jatuh iya pernah, tetapi ga sampai "dramatik" seperti itu jatuhnya.
Saya ingin berterima kasih untuk team dokter cinta dari planet merkurius yang sudah dengan kerelaan hatinya mau membedah tulisanku menjadi sedemikian baiknya. Akan menjadi PRku untuk kedepannya.. semangat Merkurius ^_^ semangat ODOP !!!
ODOPBatch5#Testimoni#
Jumat, 23 Februari 2018
Apakah anak bercerita selalu jujur?
Sebenarnya kalau ada anggapan kalau anak selalu jujur dan polos. Ada benarnya dan juga tidaknya. Tergantung situasi, tetapi sekarang zamannya mulai berbeda.
Nilai kejujuran mulai terkikis. Bukan hanya orang dewasa tetapi juga menimpa anak-anak. Ada beberapa alasanya anak bisa tidak jujur, seperti : ingin melindungi diri sendiri, ketakutan, melindungi teman dll.
Perlu yang kita ketahui, anak-anak adalah pribadi yang imajinatif, emosi yang tak beraturan dan seniman yang hebat.
Setiap harinya di sekolah. Saya seringkali mendengarkan cerita anak-anak yang bercerita tentang temannya, orang tuanya, kelebihan dirinya dan lain sebagainya.
Apabila saya perhatikan, sangat tipis perbedaan jujur dan berbohong saat anak-anak bercerita. Ekspresinya benar-benar mendalami ceritanya. Perlu kita ketahui anak-anak adalah orang yang gampang sekali dipengaruhi oleh omongan orang lain.
Jadi, tugas kita sebagai orang dewasa adalah harus membedakan mana yang HOAX ataupun yang benar.
Adapun sikap kita saat mendengarkan cerita anak adalah.
1. Netral
Bersikap netral adalah bertindak secara profesional terhadap apapun cerita yang kita dengarkan. Jangan terpancing emosi dan bicarakan baik-baik
Saat anak-anak mulai bercerita biasanya saya akan melakukan pertanyaan silang baik kepadanya ataupun kepada temannya.
Dalam menulis kita belajar point of view. Dalam mendengarkan kita juga harus banyak memandang dari beberapa sudut pandang dan berikan kesimpulan yang bijaksana.
2. Bertanya seolah kita berada di TKP
Kadang kala saat anak merasa bahwa dia satu-satunya yang tahu masalahnya ia akan gampang terbawa suasana sehingga ceritanya menjadi "ngaler ngidul"
3. Jangan menyalahkan siapapun
Ini masih ada hubungannya dengan netral, tetapi lebih ke sikap kita ke hasilnya. Seringkali saat kita menyatakan dukungan atau menyalahkan itu menjadi menyebar diantara anak-anak. Dan seperti mempunyai "backing" sehingga anak-anak merasa lebih berani ke lawannya. Bukannya selesai masalahnya tetapi malah bertambah karena emosi yang sering loncat-loncatan.
4. Hati-hati kepada anak yang mentalnya "aku si korban"
memang benar ada beberapa anak jadi korban bullying , tetapi ada beberapa anak yang memang sensitif. Jadi, apapun lingkungan lakukan, akan terasa salah dimata dia. Sehingga, membingungkan guru ataupun teman sekitarnya.
Anak tipe sensitif. Kadang-kadang mempunyai backing yang kuat. Berdasarkan pengalaman saya sebagai guru. Anak tipe ini karena sudah biasa di istimewakan semenjak dirumah. Di sekolah biasanya ia akan membuat semacam tembok. Awalnya ia akan kesulitan beradaptasi. Seringkali temannya ingin bercanda, tetapi ditanggapi serius oleh dia.
Akibatnya ia akan mengundang temannya untuk menjahilinya karena sifatnya yang kurang bisa beradaptasi.
5. Ajarkan mereka memecahkan masalahnya sendiri.
Anak belajar matematika di sekolah. Bukan hanya untuk belajar berhitung, tetapi ada pesan penting di dalamnya yaitu "anak belajar memecahkan masalahnya sendiri"
Kadangkala saya diminta untuk memarahi salah satu murid karena kesalahannya.
Kalau masalahnya sampai memukul atau menyebabkan kecelakan bisa saya peringati.
Tetapi kalau anak itu diperingati karena ia berusaha bersosialisasi dengan caranya. Sepertinya lebih tepat bukan memarahi, tetapi di ajarkan mental yang survive.
Anak yang lahir di zaman sekarang 2010 dst adalah zaman penuh gejolak. Kita tak bisa mengajarkan semua masalah akan selesai apabila orang tua ataupun guru akan turun tangan.
Disekolah anak-anak belajar bukan hanya akademik, tetapi juga bersosialisasi.
Ubahlah mindset "saya korban" menjadi saya bisa. Menurut pandangan saya sebagai guru seperti itu lebih penting mengubah mindset anak terlebih dahulu. Mental yang kuat akan menjadi bekal yang hebat dimasa depan.
ODOPbatch5#
Mencari Jodoh Seperti Membuat Skripsi Part 1
Mungkin ada yang ingin tertawa saat aku membuat tulisan ini, tetapi faktanya itu adalah formula yang aku buat sendiri saat berusaha mencari pasangan hidup.
Saat itu aku berusia 25 tahun. Usia yang dipandang ideal sudah lulus kuliah sudah kerja pula dan tinggal dikampung yang selalu di gossipkan yang macam-macam.
Akhirnya kalau ada yang bertanya " Neng, kapan mau nikah? " aku selalu bilang "dalam proses bu" padahal, belum ada calonnya juga.
Sebenarnya, sudah ada beberapa laki-laki yang mencoba meminang, tetapi sering ditolak karena sebab-sebab yang kurang aku pahami. Namanya orang tua selalu ingin yang terbaik untuk puterinya.
Akhirnya, setelah frustasi dengan semua itu. Aku mulai sering sholat tahajud dan amalan puasa lainnya. Banyak saudara yang ingin menjodohkan dengan si A dan si B. Rata-rata mereka orientasinya pria yang berharta meskipun akhlak atau sikapnya kurang baik.
Akhirnya setelah menulis cerpen yang berjudul "Hujan Galau" . Aku mulai kepikiran kalau hujan saja bisa dibuat judul skripsi kalau jodoh kenapa tidak? Awalnya ragu. Karena menulis skripsi adalah kenangan kurang membahagiakan bagiku. Butuh perjuangan yang sangat keras. Dilempar, bolak -balik sampai pengen cuti saja saking lelahnya.
Hal yang sama mulai kurasakan saat itu, perasaan lelah, buntu, serasa jodoh itu ditangan orang lain bukannya di tangan kita. Banyak saudaraku yang menikah terburu-buru karena dikejar usia dan "omongan" perawan tua. Seakan-akan kalau tidak menurut akan dilempar dari garis besar keluarga besar.
Akhirnya pertengahan bulan Mei aku mulai mengalami sakit yang aneh yaitu, lumpuh tiba-tiba. Badan dari perut ke bawah lemas mendadak. Sehingga membuatku membutuhkan "badrest total" . Tetapi, itu sebenarnya merupakan titik bangkit bagiku.
Aku mulai membuat judul untuk skripsiku dalam penelitian mencari jodohku. Kriterianya cukup simple seseorang yang ingin kutemui diakhirat juga. Hidup sebagai suami istri di dunia sangatlah pendek. Agama, akhlak dan cukup finansialnya. Itu adalah prioritasku.
Aku mulai menulisakan BAB I.
Latar belakang , Rumusan masalah, tujuan dan manfaatnya.
Bab II
Tuliskan teorinya,
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. “(QS: Al-Baqarah: 186)
Bab III
Tuliskan metodologi penelitiannya dan populasinya. Metodologinya bermacam-macam. Bisa lewat proposal, silahturahmi ke teman, Membuat tulisan tentang pernikahan di medsos, dan yang pasti harus minta restu Ayah dan Ibu.
Kalau misalnya anda mau calon suami dokter. Add in temen yang profesinya dokter atau bidang kesehatan. ^_^
(Bersambung)
ODOPbatch5#
Selasa, 20 Februari 2018
Film Horor yang lucu.
Ini pengalaman saat menonton film horor di cafe seblakk. Dengan memanfaatkan tenaga wifi. Mereka bersiap menonton.
Neng sarah, nuris, faruq dan upi siap menonton. Pop corn diganti dengan ayam crispy dan cola diganti oleh jus jeruk.
Mereka menonton di web xx1.me dengan judul Living Among Us . Awalnya berjalan dengan normal, tetapi saat berjalan masuk ke klimaks. Semua anak menjerit sambil menutup mata. Saat hantu yang dilihat ternyata masih ada . Karena buffering yang macet. ^_^
Mereka melalui menonton dengan streaming yang tersendat. Anehnya pada saat hantunya muncul saja.
Seperti ditatap akhirnya neng sarah akhirnya mengangkat tangannya tanda tak sanggup menonton lagi.
Akhirnya perkumpulan anak-anak bubar jalan. Setelah sang leader mengangkat tangannya.
Akhirnya aku yang kebagian tugas mendownload film buat para pelanggan. Dengan setengah terpaksa aku mendownloadnya. Sambil berusaha tak melihat layar.
Tak sengaja salah satu tombol play tertekan. Jadilah film itu main sendiri tanpa ada yang menonton. Semua penonton kabur..
Dan rezeki si meong melahap tulang seblak yang ada di etalase.
"Rezeki ga kemana" mungkin itu kata si meong bilang. ^_^
ODOPBatch5#
Menjelajahi ODOP Yuk
Tips Mengatasi Anak Yang Tempramental
Selamat malam semuanya,
Kali ini saya akan sedikit memberikan tips mengatasi anak yang Tempramental. Tempramental adalah suatu sikap yang membuat anak emosinya sering kali meledak-ledak atau pemarah. Sebenarnya banyak faktor yang menyebabkan anak menjadi tempramental antaralain : adanya konflik keluarga sehingga kurangnya kasih sayang, orangtua yang terlalu otoriter, terlalu memanjakan anak, ataupun pengaruh exsternal misalnya dari tontonan kartun, game, salah pergaulan dll.
Sebanarnya wajar kalau anak sekali-kali mendapatkan rasa marah, Tetapi, kalau sampai memaksa atau menjerit. Itu menjadi tidak wajar. Kasusnya hampir sama seperti di sekolah . Ada anak yang disebut jeger karena dikenal emosinya sering meledak-ledak sehingga ditakuti temannya.
Apabila saya perhatikan dari sudut pandang guru. Anak seperti ingin mendominasi srata paling tinggi di pergaulan yaitu dengan cara mengikuti temannya yang dipandang terhormat. Hanya saja menjadi tidak seimbang apabila anak kelas 1 ikutan "nimbrung" dengan kakak kelasnya yang lebih tinggi. Ada semacam pengakuan kalau si A sudah dianggap "gaul" apabila bisa mengikuti kakak kelasnya. Masalahnya, kakak kelasnya yang bagaimana yang harus diikuti.
Oleh karena itu, ini ada beberapa Tips Mengatasi Anak yang Tempramental yaitu :
1. Jawablah Santai
Terkadang anak senang apabila orang yang didekatnya menjadi ikutan panik sehingga ia bisa meneruskan jurus mautnya yaitu, tangisan dan jeritan. Sehingga akhirnya dia akan memberikan persyaratan agar keinginannya dituruti. ending yang bahagia kan? anak diam dengan sendirinya setelah persyaratan dipenuhi.
Percaya ga, kalau dengan sistem seperti itu terus-menerus membuat anak menjadi seperti "perampok" dan kita sanderanya. Semua akan kita berikan termasuk harta kita asalkan kita dibebaskan dari semua tekanan. Mendidik anak menjadi perampok tak ada di benak siapapun. Jangan salahkan siapapun apabila penjara mulai penuh. Mungkin, kita yang mendidik mereka menjadi seperti itu.
Saya mempunyai seorang siswi yang hobinya menangis. Bayangkan saja, di "toel" sedikit dia langsung menangis, temannya lupa tidak mengajaknya jajan langsung menangis. Bahkan, gurunya lupa menyebutkan namanya saja dia menjadi menangis. Apabila melihat dari latar belakang keluarganya yang broekenhome membuat dia ingin perhatikan, tetapi caranya salah.
2. Buatlah Peraturan Dasar
sumber foto : google
Anak tak bisa "ujug-ujug" diberi peraturan harus begini dan begitu. Anak perlu diberi pemahaman peraturan yang harus dipatuhi bersama, kita dan anak. Anak akan lebih loyal kepada orang yang dewasa yang komitmen.
3. Kontak Fisik
Kontak fisik kadang dibutuhkan. Meskipun, seringkali ada yang melawan karena gengsi ataupun butuh waktu sendiri, tetapi kehangatan adalah sesuatu yang mereka butuhkan disaat "galau" seperti itu. Mereka membutuhkan elusan di punggung ataupun di kepala yang diartikan sebagai dukungan kepada mereka.
4. Buatlah sesuatu yang membuat dia tertawa
Buatlah sesuatu yang lucu, sehingga sesaat ia bisa melupakan rasa amarahnya yang meluap-luap. Jangan terlalu serius dengan anak yang tempramental. Ada yang bilang marah itu menimbulkan radiasi, tetapi kita harus menangkalnya dengan lawannya yaitu sesuatu yang membuat dia tertawa. buatlah anekdot yang lucu atau membuat mimik yang lucu.
5. Jadilah Pendengar yang baik
sumber foto: darunnajah.com
Kadangkala marah juga tak perlu di respon. Kita hanya perlu menjadi pendengar yang baik. Jangan menjadi sok tahu akan sesuatu hal apalagi membandingkan. Mereka hanya perlu meluapkan "uneg-uneg" dengan bercerita sambil menangis dan menjadi lelah. Setelah lelah maka otomatis marah itu akan berkurang. Berikan saran yang seperlunya. Janganlah menghakimi cukup beri dukungan apapun itu meskipun hanya sebuah senyuman karena itu sangat berarti di kondisinya saat itu.
ODOPbatch5#
Trima kasih sudah berkunjung ^_^.
Minggu, 18 Februari 2018
Faktor Anak Sering Mencontek di Kelas
Mencontek adalah hal yang sering kali terjadi di kelas ataupun bidang yang lainnya.
Sebenarnya apa yang membuat siswa gemar mencontek
1. Malas
Sifat malas ingin selalu instan. Memang, perubahan zaman secara tidak langsung membuat anak tidak sabaran dalam menghadapi sesuatu. Akibatnya gampang menyerah sehingga mencontek adalah jalan keluarnya. Sebenarnya dengan mencontek bukanlah solusi malah menjadi masalah baru.
Saya mengalami ada siswa dulunya pintar. Tetapi, karena malas menjadi lebih sering mencontek teman dan membuat dia menjadi ketagihan mencontek.
2. Kurang pede
Banyak diantaranya yang mencontek bukan hanya anak yang kurang pretasi, tetapi juga yang berprestasi juga.
Saya pernah mengalami anak sebenarnya sangat pintar, Tetapi dia tidak pede kalau tanpa mencontek.
Seringlah memuji hal yang sepele sekali pun. Sejatinya anak-anak belajar bukan hanya dilarang saja. Tetapi, dipuji juga bisa menambah kepercaya diri an anak.
3. Sering bolos
Ada anak yang bolos bahkan ada yang sampai dua bulan. Kembali lagi ke mendidik mental anak. Biasanya, di kelas saya kalau ada anak yang alpa seringkali karena masalah uang jajan yang sedikit.
Anak itu bukan Raja yang harus selalu dipenuhi permintaannya. Kalau saya mengamati anak sekarang lebih seperti Raja. Jangankan orang tua yang di suruh-suruh. Gurunya saja di kelas lebih banyak disuruh daripada belajar mendengarkan.
Saya punya siswa bernama Ihsan. Dia mempunyai bapak yang (maaf kedua kakinya tidak ada) dia meskipun tak ada uang jajan selalu pergi ke sekolah. Meskipun, jarak rumahnya ke sekolah cukup jauh. Dari sekian banyak anak yang membolos sekolah karena uang jajan. Dia tetap rajin sekolah dan belajar.
Saya pernah bertemu dengan Bapaknya. Walaupun, mempunyai kekurangan, tetapi cara bicaranya menunjukan bahwa dia sesorang yang berilmu. Dia menguasai ilmu agama dan akademik dengan baik. Padahal, dia tak punya kedua kaki, Tetapi, ia tak berniat jadi pengemis di jalan. Ia adalah petani, pedagang, dan tukang cukur di lingkungan sekitarnya.
Anak yang mengetahui proses sulitnya mendapatkan sesuatu. Akan lebih belajar empati dan memahami sesuatu.
4. Obsesi yang berlebihan
Saya pernah menemui ini. Jadi, saat sudah di koreksi saya taruh di meja. Ada anak yang sengaja membetulkan jawabannya. Dan sayangnya ini kejadian kepada si rangking 1, 2, 3, dan 4. Padahal itu sedang ujian dan sudah di koreksi pula. Sehingga pasti sudah ada catatannya.
Beberapa hal yang umum terjadi adalah saat mereka berobsesi terhadap angka yang membuat mereka menghalalkan segala cara. Dan harus segera di sadarkan kalau mencontek bukanlah solusi, tetapi masalah baru.
5. Faktor Luar
Latar belakang anak berbeda-beda. Saya pernah mendapatkan ada anak yang memar di pukul ibunya sendiri karena kesal dengan hasil belajarnya
Ada anak yang sifatnya pasrah. Mau nilai apapun ia akan terima. Karena orang tuanya kurang perhatian untuk urusan sekolahnya.
Faktor luar sangat berpengaruh kepada mental dan prestasi anak tersebut.
ODOPBATCH5#
Jumat, 16 Februari 2018
Isu oh isu
Selamat siang semuanya. Kali ini saya akan menulis artikel yang berjudul isu oh isu.
Karena saya mengajar yang dekat dengan beberapa pesantren yang salah satunya pesantren yang cukup terkenal yaitu Pesantren Huda di Manonjaya. Kalau dari sekolah sekitar 5 menitan kalau ditempuh dengan motor kecepatan 65 km/jam.
Beberapa waktu lalu ada isu kalau ada ulama yang disiksa di sekitar daerah sini oleh oknum. Sehingga, di bawa ke kantor polisi dan lain sebagainya. Beritanya berbeda-beda
Banyak berita yang beredar dimasyarakat sehingga akhirnya ulama harus dijaga 24 jam salah satunya adalah dengan ngeronda. Bahkan, anak didikku ikut-ikutan ngeronda ( belum tau ikut atau ga, tetapi yang namanya anak SD biasanya suka ikut-ikutan )
Menonton di acara di televisi saja sudah pusing kepala apalagi mendengar langsung dan harus berada di TKP setiap hari.
Pagi ini, seperti biasanya saya masuk sekolah. Dan hampir setiap hari di iringi dengan gossip yang berada di sekitar lingkungan sekolah. Salah satu yang terbaru adalah cat merah yang ditemukan di rumah salah satu pengurus pesantren . Katanya, tanda dari oknum dan semakin rajinlah merondanya.
Yang ingin saya garis bawahi, sebagai masyarakat awam kita jangan menelan mentah-mentah isu apapun. Apalagi masyarakat yang berada di sekitar itu. Karena saya kondisinya hampir setiap hari ada saja berhembus berita yang berbeda.
Beda orang beda lagi ceritanya. Jadilah pendengar yang baik ya.^_^
Saya menyamarkan namanya. Inisial pak A. Jadi, pak A katanya bertemu langsung dengan si penangkap santri/ustadz tersebut. Bertemu juga masih di seputaran masjid di Manonjaya. Sebut saja Pak B. Selepas sholat keduanya berbincang.
Sebenarnya paling enak tulisannya pake basa Sunda, Tetapi saya terjemahkan saja.
Intisari dari percakapan itu adalah pak B mengaku kalau dialah yang menangkap santri bukan ustadz ternyata. Dan merasa aneh dengan berita yang berkembang.
Alasannya adalah karena orang tersebut mencurigakan. Santri tersebut menggunakan pakaian yang menurut dia kurang pantas. Saat dia bertanya . " bade kamana? " jawabnnya dari " Pesantren A" saat di konfirmasi ternyata pesantren A tidak punya santri namanya dia. Dan dia mulai mengubah-ubah nama. Dan seterusnya mulai berbohong.Tetapi, tidak sampa ke kantor polisi.
Usut punya usut ternyata memang benar di santri dari Pesantren A, Tetapi baru dua minggu masuk dan berasal dari Sumatra.
Sampai sekarang pun berita masih simpang siur. Berita sudah masuk ke masyarakat dan beragam opini muncul.
Tetapi, yang jelas sisi positifnya ngeronda digalakan lagi baik muda maupun tua sekarang ikut ngeronda.
Isu oh isu selalu ada isu selama kita bersosialisasi. Sebenarnya ini hanya secuil kisah yang aku ceritakan tentang isu di masyarakat.
Saya tidak bisa mengatakan yang ini benar dan yang ini salah. Saya hanya menceritakan isu yang berhembus di lingkungan saya.
Semoga bisa menjadi renungan untuk kita semua. Peace ^_^
ODOPbatch5#
Wejengan Maudy Ayunda korban Beauty Shaming
Assalamualaikum aiysdays Hollaho. Saya menulis tulisan ini siang hari maaf kalau ada kesalahan typo. Kali ini saya akan membahas mengenai Ma...
















