Minggu, 18 Maret 2018
Sabtu, 17 Maret 2018
"Assalamualaikum, Selamat pagi anak-anak " sama Bu Risa menyapa anak-anak " Waalaikumsalam, bu " jawab anak-anak kompak.
Hari ini adalah hari pertamaku mengajar di SMA Angkasa setelah pindah dari sekolah lamaku di SMA Naga Bonar di Bekasi. Saat pertama kali menginjak sekolah ini. Rasanya seperti memori kenangan selama SMA menghampiriku satu-persatu .
sumber : aalfiani.blogspot.co.id
Masih terbesit diingatanku saat dipenjuru loroang ini. aku menembak Feby sambil menangis. Rasanya seperti manusia paling bodoh di dunia saat itu. " Ahhh kenangan bodoh itu kenapa muncul lagi di kehidupanku lagi sekarang ini" batinku dalam hati.
Masih teringat jelas bagaimana ia menolakku dengan hanya berkata "Maaf, Ris" hanya itu jawaban setelah hampir 15 tahun memendam perasaan selama itu. Tetapi, aku bersyukur bahwa dia menjawabku meskipun pahit. Setidaknya aku sudah punya kepastian dalam melangkah. Tak perlu memendam perasaan lagi yang membuatku sengsara selama belasan tahun. Dan semenjak saat itu aku perlahan melupakannya , meskipun jujur masih saja ada kenangan yang masih tersimpan manis di lubuk hatiku yang paling dalam.
Feby bersama keluarga pindah dari perum Bhayangkari setelah Ayahnya mendapatkan promosi di Bengkulu sebagai Kapolda, sehingga ia dan keluarganya pindah untuk menempati rumah dinas yang baru. Sedangkan Feby sendiri meneruskan di akademi kepolisian di Jakarta.
Selama hampir 10 tahun ini aku tak pernah mengetahui beritanya selama ini. Terakhir aku melihat postingan foto Jalan di Akademinya di instagramnya ia menuliskan " Jalan yang sepi " untuk seukuran Feby itu cukup lebay menurutku. Dia tipe pemikir yang rasionalis dan dingin.
Yang jelas hampir 10 tahun hidupku juga hampa saat ia tak berada disekitarku. Apalagi setiap perayaan hari ulang tahunku yang terpaut 10 menit dengannya. membuatku teringat bagaimana gemarnya dia menagih hadiah ulang tahun padaku. Dan begitu pula aku yang sering mendapatkan hadiah ulang tahun darinya. Meskipun, harganya tak seberapa tetapi, begitu bernilai untukku.
Hadiahnya masih kusimpan sampai kini. Seperti pita, bros, jeoit rambut dll. dari satu yang paling mahal menurutku adalah sebuah pashmina yang berwarna krem dihiasi gambar beruang teddy bear disekelilinnya. dan itu adalah hadiah terakhir darinya selama 10 tahun ini.
Entah kapan aku bisa bertemu dengannya lagi, Mungkin ia sudah menikah dan mempunyai anak saat bertemu denganku lagi . Sedangkan aku, di usia yang menginjak di usia 27 tahun ini masih sendiri , tanpa kekasih ataupun teman dekat pria.
Mungkin, saatnya bagiku untuk segera menikah dan melupakan semuanya.
"Teet, teeet " bunyi bel masuk sekolah sudah berbunyi sudah saatnya aku masuk kelas. Disekolah ini aku menjadi wali kelas di kelas IPS 12 F. Kelas yang menurut guru-guru yang lain adalah kelas paling nakal di sekolah ini. Wajarlah aku guru baru yang harus patuh dengan instruksi kepala sekolah.
Belum lama ini salah satu siswa di kelasku kedapatan membawa Vape rakitan dari bohlam yang diisi dengan minyak kayu putih. Bagi mereka itu adalah hal yang biasa. Sangat mudah mendapatkannya dan harga begitu ekonomis. Hanya lima ribu rupiah bisa mendapatkan barangnya.
Yang paling aku takutkan adalah dimulai merokok kemudian Vape rakitan mereka akan mencobaa hal yang lebih menantang lagi seperti Narkoba. Sudah menjadi rahasia umum kalau ada siswa di kelas ini katanya ada yang pernah memakai ganja. Tetapi, sudah di beri uang jaminan dan ia bebaskan oleh keluarganya kemudian di masukan lagi ke sekolah sampai ia lulus. Karena sebentar lagi Ujian Nasional kami para guru harus bekerja ekstra keras untuk mencapai target nilai yang bagus.
tetapi sayangnya seringkali tidak didukung dengan prilaku anak-anak yang nakalna di luar batas.
Hari ini kami akan kedatan polisi untuk sosialisasi NAPZA di sekolah kami. Ada beberapa polisi yang akan hadir. Aku sedikit berharap kalau salah satunya ada dia. tetapi rasanya tak mungkin, mengingat sekarang ia berdomisili di Bengkulu.
Cerbung#
Trima kasih sudah berkunjung ^_^.
Minggu, 11 Maret 2018
Kekasih bayangan: Ep 6 " Mantap Berjilbab"
" Hai, perkenalkan nama saya Sera. Saya pindahan dari Solo" perkenalan membuat beberapa murid laki-laki tertegun melihatnya. Ia sangat cantik dengan rambut di gerai sebahu.
Sekilasku melihat ia memandang Feby. Dan ia tersenyum. Apabila ada yang bertanya, sakitnya di mana Riss ? Sakittnya di otak dan di perut. Di otak karena sibuk mikirin mereka dan di perut karena merasa ingin memakan semua benda yang ada. (Melampiaskan ke makanan)
Dan ia duduk di sebelah kanan tempat dudukku. Rasanya ingin ku kabur dan ku teriakk 'pisahkan kami!!!'
Ternyata dia adalah siswi yang cerdas. Ia sudah biasa menjadi langganan peringkat pertama di sekolahnya dulu.
Dan tak perlu waktu lama untuk beradaptasi dengan pelajaran yang sedang kami ikuti. Selain itu, ia juga ramah kepada siapapun. Rasanya minder berada di sampingnya . Ia seperti sempurna untuk menjadi istri Feby di masa depan. Sedangkan aku, nilai C masih suka terselip diantara nilai akademikku.
Beberapa bulan kemudian,
Sera sudah setengah semester berada di kelas kami. Dan ia juga sudah mempunyai banyak teman, mungkin salah satunya aku.
"Riss sinih!! " kata Euis memanggil . "Kenapa iss" jawabku. "Tahu ga ada gossip katanya Feby sama si anak baru pacaran semenjak dia pindah" jelas Euis panjang lebar sambil mengebu-gebu.
Perlahan tiba-tiba dunia mulai mengecil dan bayanganku . Tanpa terasa air mataku meleleh lagi dari sudut mata yang sembab. "Kenapa Riss eluu nangiss?" Euis bertanyaa lagi. "Ga euis, ada debu sedikit tadi pas elu ngomong tadi muncratt tauu" sambil tertawa aku menghapus air mataku.
Sepulang sekolah rasanya seperti mimpi kalau Feby, teman masa kecilku jadian dengan Sera si anak baru yang mempunyai segudang prestasi.
Seharian aku mengurung diri di kamar tak makan dan tak minum. "Riss sini makan yuk sudah mamah buatin jengkol semur yang kamu suka, cepetan turun nanti di abisin Ayah loh" kata mama membujukku.
Di dalam kamar, aku merenung teringat perkataan guru Agamaku kalau sebenarnya berpacaran itu dilarang oleh agama. Karena sering kali melanggar syariiat agama islam. Mislanya, berdua-duaan di tempat sepi, berpegangan tangan, berpelukan dengan yang bukan muhrimnya, dan dikhawatirkan apabila tak bisa menjaga hawa nafsunya akan menimbulkan hal yang tidak diinginkan.
"Riss lu ga boleh begini terus" sambil memandangi cermin. Terlihat rambut yang sengaja di biarkan panjang , tetapi kusut karena tak terurus.
Perlahan aku menyadari. Hubungannya dengan Feby adalah seperti kekasih bayangan yang membingungkan siapapun. Tak ada ketetapan bahwa ia kekasihnya nyatanya hanyalah sebatas teman. Hanya dia yang menyukai Feby sedangkan Feby hanya menganggapnya teman biasa.
Akhirnya, saat itu memutuskan bahwa aku harus menjadi pribadi yang baru dengan berjilbab. Mulai besok sekolah akan berjilbab.
Tak ada cerita Feby lagi. Itu hanyalah hawa nafsu sesaatku. Dan mulai fokus belajar untuk Ujian Nasional.
Cerbung ep 6#
Kekasih Bayangan : Ep5 Teman Biebie
Di dalam kamar,
Risa menangis di bawah bantal yang selimuti selimut hello kittynya. Ia menangis terisak-isak.
Ia merasa bingung dengan perasaannya. Pacar juga bukan hanya sebatas teman masa kecil. Kenapa juga harus menangis seperti ini.
"Biebie jahatt" begitu isaknya setiap kali mengingat kejadian di featival itu. Ia kelelahan menangis sampai tertidur lelap .
Diiringi lagu dari NAFF yang berjudul "Terendap Laraku" Risa tertidur dengan lelap.
Keesokan harinya,
Di depan rumah Risa
Ada seseorang yang mengentuk pintu " Assalamualaikum, " seorang wanita sekitaran umur 40 tahunan memberiku buah manggis 1 kilo. Ternyata beliau adalah tetangga kami yang baru. Suaminya bekerja di unit Reserse Kriminal sama dengan Ayah dan Ayahnya Feby
Katanya Ia mempunyai seorang anak perempuan bernama Dela yang seusia denganku
"Tolong jagain Dela ya Neng Risa . Dia masuk pertama sekolah hari ini" kata Bu Tita." Iya bu" jawabku
Disekolah ,
Anak di kelas sangat ribut. Ada apa gerangan. Ternyata ada siswi baru di kelas kami.
Konon katanya ia anak Kapolsek dan juga sangat cantik.
"Anak-anak silahkan duduk, ibu akan peekenalkan teman kalian yang baru" kqta bu Lia.
Dan betapa terkejuynya aku melihat gadis yang kutemui di kelas adalah yang kutemui d festival.
Cerbung ep 5#
Kekasih Bayangan :Ep 3 Nasihat Pak Gufron
Di SMA Angkasa setiap jam 9 sampai dengan jam 10 pagi. Siswa siswinya di persilahkan sholat dhuha di Masjid An-Nur yaitu masjid di sekolah kami.
Gemericik hujan membuat banyak siswa yang lebih memilih di kelas ataupun jajan. Daripada sholat dhuha di masjid.
Euis menggandengku ke Masjid. Di antara teman-temanku dia adalah yang menurutku cukup rajin sholat,
"Riss sholat dhuha yuuk" ajak Euis. "Hayu jawabku" kami berdua akhirnya sholat dhuha di masjid An-Nur . Sekilas aku melihat biebie juga sedang sholat dhuha bersama temannya.
Selesai sholat ada ceramah dari Pak Ghufron guru PAI di sekolah kami. Yang menjelaskan tentang pacaran di SMA. Ia merasa prihatin karena pacaran anak muda zama sekarang.
"Kalian boleh saling jatuh cinta, itu adalah hal wajar. Akan tetapi, kalian harus ingat pacaran itu adalah berdua-duaan dengan lawan jenis dan itu dilarang oleh agama. Karena yang ketiganya adalah syetan" begitu penjelasan Pak Gufron
Masih teringat di benakku kejadian si Desi siswi pintar di kelas X yang harus keluar sekolah karena ia sudah hamil oleh pacarnya. Desi adalah siswi yang aktif, cantik dan berbicara bahasa Inggrisnya fasih, awalnya kupikir ia akan jadi Princess SMA Angkasa suatu saat. Namun, takdir berkendak lain. Ia salah memilih keputusan dan akhirnya prestasinya menjadi sia-sia. Kudengar ia menjadi buruh di pabrik kayu setelah melahirkan bayi perempuannya. Sungguh malang nasib Desi.
Saat lamunanku melayang, kulihat biebie di depanku sedang takzim mendengar ceramah pak Gufron.
"Laki-laki yang baik hanya untuk perempuan yang baik-baik, begitupun sebaliknya" lanjut Pak Gufron.
Terlintas di benakku calon suamiku di masa depan yang masih tertutupi kabut.
"Jodoh adalah rahasia yang Maha Kuasa kita hanya bisa berusaha menjadi manusia yang baik, bisa jadi jodohmu di dekatmu hanya Allah yang tahu" itu adalah nasihat Pak Gufron yang paling terngiangu di telingaku. Saat itulah aku bertekad ingin menjadi istri yang baik suatu saat.
Cerbung ep3#
Sabtu, 10 Maret 2018
Setiap malam di dekat Perum Bhayangkari ada festival musiman. Ada kora-kora, bianglala mini, mandi bola, dan trampolin, dll
Dan yang pastinya ada pasar malam. Itulah adalah event yang paling di tunggu anak muda seperti kami.
Euis, shinta dan Dwi mengajakku untuk bermain ke festival. Awalnya agak ragu. Tetapi, karena bujuk rayuan tiga srigala V.I.P akhirnya pertahananku jebol juga.
Alasan utamanya adalah sedang bokek. Karena uangnya kutabung buat membeli hadiah ulang tahun untuk Feby.
Ulang tahun kami jatuh di hari yang hampir sama dan juga dia kakak 10 menitku jadi dia selalu menagih hadiah di hari ulang tahunnya.
Dengan membawa uang saku 10 ribu rupiah kuselipkan si merah di balik celana jeansku.
Berjalan bersama mereka rasanya seperti ikut acara "Detective Rasa" Perbedaannya kami tidak mencicipi makanan di restoran terkenal. Tetapi, lebih mengomentari semua jajanan yang ada di festival .
"Rasa ice creamnya pait-pait gimana gitu pasti pake pemanis buatan" kata Shinta " Rasa Duriannya curiga pake durian yang agak busuk asem-asem gimana gitu" kata Dwi. "Harganya kemahalan 5 ribu trus isinya sedikit lagi, masih mending es krim Mang Iha cuma 2 ribu perak enak lagi" kata Euis. Akhirnya perdebatan hanya seputar ice cream durian .
Sayup-sayup aku melihat Feby sedang bersama seorang gadis. Mereka bercengkrama dan bercanda dengan riangnya.
Selama 17 tahun mengenalnya baru pertama kali aku melihatnya sedekat itu dengan perempuan.
Tanpa kusadari, perlahan air mataku menetes. "Riss elu gpp siapa yang nangis lu, gue, dwi, apa shinta sorry ya riss" kata Euis meminta maaf.
Euis tidak tahu aku menangis bukan karena mereka , tetapi sesuatu yang dibelakang mereka.
Cerbung Ep4#
Kekasih Bayangan : Ep 2 Kekasih V.I.P
Ayam berkokok tanda sang fajar sudah muncul. pelan-pelan tangan mungil Risa muncul dari balik selimutnya yang bercorak hollo kitty berwarna pink peach. "tok, tok tok Risa cepat bangun nak, sebentar lagi jam 7 " kata ibuku mengetuk pintukin ini sudah yang kelima kali dan anak gadisnya masih belum juga bangun.
" Risa Sobarudin banguuuun !!! " Kata mamah seperti meneriaki maling yang baru ketemu di perapatan Mang Iha. Kali ini ancamannya seperti biasa akan ambil Hp dan motor Scoopy yang biasa kupakai.
Langsung saja dengan kecepatan gundala melesat ke kamar mandi , walaupun sialnya pinggang nyangkut di meja mini tempat menyimpan vas. "Aduh, kenapa sih kena terus apa karena ngegendutan yahh"
Langsung saja kusammbar handuk polky yang bercorak polkadot di jemuran samping kamar mandi. Mandi ala koboi selalu begitu only 5 minutes selesai sudah. Cuma cuci muka dan basahin badan pakai handuk hangat yang sudah diberi cairan pewangi. Alhasil wajah bersih dan badan harum seperti sudah mandi.
Di meja makan,
"Risa, kamu kapan yah mau elingnya. bangun telat terus habis sholat subuh tidur bantuin mamah kek, nyapu, nyuci, siram bunga bagaimana kalau kamu nikah nanti, mau mamah yang bantuin kamu terus gituh?" ceramah mamah panjang, Jadilah sarapan sayur asem pagi-pagi di tambah omelan asem mamah yang membuat asem suasana.
Namun, sepertinya Tuhan masih sayang padaku. Terdengar suara pintu diketuk yang sudah kukenal bahkan dari suara sepatunya berdecit dan langkah kakinya yang familiar di pikiran keluarga besar Pak Sabarudin.
"Assalamualaikum, punten Risanya ada bu?" Suara yang khas dengan logat sundanya. Dialah Euis sahabatku. "Ada issss" jawabku sambil menggigit sepotong roti tawar dan tak lupa menyeruput milk chocolate . Akhirnya ada yang bisa membuatku keluar dari perdebatan panas ini.
Apapun yang terjadi aku selalu ingat wejengan Pak Ustad Memed guru ngajiku di TPA "Jangan marah sama orang tua nanti ga berkah dunia akhirat"
Itulah yang membuatku merasa tak ada gunanya sekalipun aku kesal di ceramahi setiap hari. Alasannya yang paling kuat adalah tugas menumpuk, pulang selalu sore. Kalau pulang sore dari sekolah belum hung out sama teman ke Mall baru habis itu pulang malam yang pastinya ada ceramah lagi sebelum tidur live lagi. Wajar sebenarnya mamah sering menasehati karena pergaulan anak zaman sekarang yang mulai bebas, tetapi yang tidak mamah ketahui aku adalah anak yang sholeha tidak lupa sholat 5 waktu, meskipun pergi ke Mall.
Euis adalah sahabatku dia bukan dari perum Bhayangkari. Rumahnya ada di luar perum. Dia adalah salah satu anggota V.I.P modus nebeng motor padahal mau cucur pandang sama Feby yang always naik sepeda setiap berangkat ke sekolah.
Di depan rumah,
"Pagi, bie " sapaku . Dia hanya diam menatapku. Melirik euis di sampingku. Kemudian menghela nafas . "Pagi saa," jawabnya ketus.
Melihat hal yang aneh dari febi . Atau yang sering aku panggil bibi. Setiap aku bersama dengan euis. Entah mengapa dia merasa risih dengan kehadirannya. Entahlah alasannya apa mungkin akan terjawab oleh waktu.
Cerbungep2#
Trima kasih sudah berkunjung ^_^.
Jumat, 09 Maret 2018
Kekasih Bayangan : EP 1 Cinta Pertamaku
Fansnya Febi merasa Febi adalah Idol Kpop yang nyasar ke sekolah mereka, nama fansclubnya adalah V.I.P singkatan dari Vebi I Love You Porever. Siapa yang tidak menyukainya Ganteng, pintar, dan dingin. Sikapnya kepada hampir semua perempuan dingin, tetapi itu yang membuat perempuan kelepek-kelepek . Ia tak mau memulai obrolan apabila tak terlalu kenal dekat.
Pertemuan pertama kali terjadi saat kami bersekolah di TK Permata Bunda. Kami berbeda kelas kalau aku kelas Jeruk sedangkan dia kelas Apel.
Saat itu aku sedang pilek berat rasanya sulit bernafas apalagi saat itu aku belum bisa membuang ingus sendiri. Karena perjalanan yang cukup jauh dan diperparah dengan hidung yang mampet serasa aku sebentar lagi akan pingsan karena "si gua kembar" sudah penuh oleh " si lendir " , Akhirnya saat kepala sangat pusing karena kekurangan asupan oksigen, tiba-tiba dia memencet hidungku dan berkata,"Riss, mampet ya sini aku buangin ?" katanya lembut . Dan orang yang mengajarkan membuang ingus pertama kali adalah Febi. Entah bagaimana karena sentuhan lembutnya aku merasa ini adalah cinta pertamaku sampai sekarang.
Dulu saat mau masuk SMP , aku berusaha untuk masuk ke SMP Favorit. Dan untuk masuk ke SMA ini juga aku perlu perjuangan yang tak sedikit. aku mencoba belajar dengan giat supaya terus bersekolah di sekolah yang sama.sampai akhirnya aku sadar masa SMA ini mungkin adalah masa-masa terakhir kami bisa bersekolah bersama karena ia akan meneruskan ke Sekolah Tinggi Kepolisian. Ia bercita-cita ingin seperti Ayahnya, sedangkan aku disuruh menjadi guru oleh Ayahku.
Cerbung1#
Trima kasih sudah berkunjung ^_^.
Minggu, 04 Maret 2018
Beautiful A Writer
Little story of aiys days
Tak termakan usia
Walaupun peradaban telah menggilas waktu
Karyanya tetap ada dikenang oleh orang yang mencintai karyanya.
Bahagia
Itulah bahagia yang sebenarnya.
Tetapi, belajar menjadi yang lebih baik itu ibadah manusia sempurna
janganlah mengurung diri
berbicara tidak baik tentang dirimu sendiri.
Bahkan malaikatpun mendelik malu kearahmu
Kau menjadi seorang pengungsi
yang menjauh ke negeri terpencilmu
Belajarlah menerima diri apa adanya
Kau bisa menerima dirimu dengan semua kekurangan dan kelebihanmu
bukannya penghujat.
Kau dan dirinya adalah Satu
Cintalah dirimu apa Adanya.....
Akan banyak impian yang bisa terwujud...
Takdir Dewa Api yang Sombong
Pintu dibanting meremukan sebagian besar pintu dan temboknya, Tak khayal Jeha benar-benar mengulangi perbuatan buruknya itu. Sosoknya yang arogan membuat siapapun merasa muak dengannya. Berwajah tampan tetapi seperti kera. Saat bangun ia seperti zombie yang keluar dari kubur ribuan tahun lamanya, berwajah sangar, putih pucat dan bau tak sedap. Ia seperti manusia setengah kera yang sombong, dingin dan angkuh.
sumber foto : animal-jam-clans-1.wikia.com
Wejengan Maudy Ayunda korban Beauty Shaming
Assalamualaikum aiysdays Hollaho. Saya menulis tulisan ini siang hari maaf kalau ada kesalahan typo. Kali ini saya akan membahas mengenai Ma...




